kVA ke kW

Masukkan nilai kVA dan faktor daya di bawah ini. Diagram vektor dan indikatornya langsung diperbarui.

Masukkan nilai Anda

Ketik angka atau gunakan penggeser di bawah
100 kVA
kVA
0.80
PF
Faktor daya umum:

Segitiga daya visual

Gambaran visual hubungan kVA, kW, dan kVAR

Langsung
θ = 36.9°kW = 80kVAR = 60kVA = 100
Daya aktif (kW):80 kW
Reaktif (kVAR):60 kVAR
Total (kVA):100 kVA

Distribusi daya dan efisiensi

80% kerja berguna • 20% reaktif
Aktif: 80%
Reaktif: 20%
Daya berguna (kW) Daya reaktif (kVAR)
Efisiensi sistem:Cukup (80%)Cukup — profil beban khas motor industri

Keluaran daya aktif

Active / usable electric power
80kW

Cara mengonversi kVA ke kW

Untuk mengonversi kVA ke kW, kalikan nilai kVA dengan faktor daya.

Rumus kVA ke kW

Rumus konversi kVA ke kW adalah:

kW = kVA × Faktor daya

kW adalah daya aktif dalam kilowatt, kVA adalah daya semu dalam kilovolt-ampere, dan PF adalah faktor daya (bilangan desimal antara 0 dan 1). Konversi ini berlaku untuk semua jenis rangkaian arus bolak-balik.

Arti variabel dalam rumus

kVAKilovolt-ampere

Daya semu — total kebutuhan daya sistem listrik, mencakup komponen aktif dan reaktif.

kWKilowatt

Daya aktif — konsumsi daya nyata yang melakukan kerja berguna, seperti menggerakkan motor, menghasilkan panas, atau cahaya.

PFFaktor daya

Perbandingan daya aktif terhadap daya semu, dinyatakan sebagai cos(θ). Nilainya 0 sampai 1. Nilai standar untuk komersial adalah 0.80.

Contoh perhitungan kVA ke kW

Konversi 100 kVA ke kW pada faktor daya 0.80:

kW = kVA × PF
kW = 100 × 0.80
kW = 80 kW

Daya semu 100 kVA pada faktor daya 0.80 menghasilkan daya aktif 80 kW. Sisanya, 60 kVAR, adalah daya reaktif yang berosilasi tanpa melakukan kerja.

Alur konversi

1
Daya semu
100 kVA
×
Faktor daya
0.80
⚡
Daya aktif
80 kW

kW = kVA × PF = 100 × 0.80 = 80 kW

Apa itu kVA?

kVA (kilovolt-ampere) adalah satuan daya semu dalam sistem listrik. Satu kVA sama dengan 1.000 volt-ampere (VA).

Apa yang diukur kVA?

kVA mengukur daya semu — total daya yang mengalir dalam rangkaian arus bolak-balik. Daya semu dalam kVA mencakup daya aktif (kW) yang melakukan kerja berguna dan daya reaktif (kVAR) yang mempertahankan medan magnet dan medan listrik pada beban induktif dan kapasitif.

Genset, trafo, dan sistem UPS (catu daya tak terputus) mencantumkan kapasitasnya dalam kVA karena perangkat ini harus menanggung seluruh kebutuhan daya, bukan hanya daya aktif.

Penjelasan daya semu

Daya semu adalah hasil kali tegangan dan arus dalam rangkaian arus bolak-balik:

kVA = (Volt × Ampere) ÷ 1.000

Daya semu menggabungkan daya aktif dan daya reaktif. Pada rangkaian arus searah tidak ada komponen reaktif, sehingga daya semu sama dengan daya aktif. Pada rangkaian arus bolak-balik, daya semu selalu lebih besar dari atau sama dengan daya aktif.

Meter daya semu

02505007501000kVADaya semu
800 kVA Total Power (80% Rated)

kVA menunjukkan total kebutuhan daya, termasuk komponen aktif (kW) dan reaktif (kVAR)

Apa itu kW?

kW (kilowatt) adalah satuan daya aktif dalam sistem listrik. Satu kW sama dengan 1.000 watt (W).

Apa yang diukur kW?

kW mengukur daya aktif — daya yang benar-benar melakukan kerja berguna pada beban listrik. Daya aktif dalam kW menggerakkan motor, menghasilkan panas dan cahaya, serta menyalakan perangkat elektronik. Tagihan listrik dihitung berdasarkan kW (dan kWh), bukan kVA.

Penjelasan daya aktif

Daya aktif adalah bagian dari daya semu yang benar-benar melakukan kerja.

kW = kVA × Faktor daya

Genset 100 kVA dengan faktor daya 0.80 menghasilkan daya aktif yang dapat dipakai sebesar 80 kW. Sisanya, 20%, adalah daya reaktif yang bolak-balik antara sumber dan beban tanpa melakukan kerja.

Pembagian daya aktif dan reaktif

100 kVA — total daya semu
80 kWDaya aktif
20 kVAR
Daya aktif (kW) — kerja berguna Daya reaktif (kVAR) — tidak melakukan kerja berguna
Pada faktor daya 0.80, 80% daya semu berubah menjadi daya aktif

kVA vs kW

Perbedaan kVA dan kW terletak pada faktor daya. kVA mengukur daya semu (daya total), sedangkan kW mengukur daya aktif (daya yang dapat dipakai).

Daya semu vs daya aktif

Daya semu (kVA) adalah total daya yang mengalir dalam rangkaian. Daya aktif (kW) adalah bagian yang melakukan kerja berguna. Hubungan kVA dan kW: kW = kVA × PF.

KarakteristikkVA (daya semu)kW (daya aktif)
MengukurTotal kebutuhan dayaDaya kerja yang dapat dipakai
Rumus konversikVA = kW ÷ PFkW = kVA × PF
Digunakan untukKapasitas genset, pemilihan trafoTagihan listrik, beban peralatan
Termasuk daya reaktifYaTidak
Nama satuanKilovolt-ampereKilowatt

Mengapa kVA dan kW berbeda

kVA dan kW berbeda karena rangkaian arus bolak-balik mengandung daya reaktif (kVAR). Beban induktif seperti motor dan trafo menarik daya reaktif sehingga timbul beda fasa antara tegangan dan arus. Beda fasa ini, yang diukur sebagai sudut θ, membuat tidak semua daya semu berubah menjadi daya aktif. Faktor daya (cos θ) menentukan berapa banyak kVA yang menjadi kW.

Kapan kVA sama dengan kW

kVA sama dengan kW jika faktor daya bernilai 1.0. Faktor daya 1.0 berarti tidak ada daya reaktif dalam sistem. Beban resistif murni, seperti pemanas listrik dan lampu pijar, bekerja pada faktor daya 1 atau mendekati 1. Untuk beban resistif, 1 kVA = 1 kW.

Interaktif: lihat perbedaannya

kVA (semu):
100 kVA
kW (aktif):
80 kW
kVAR (reaktif):
60 kVAR

Pada 0.80 PF, hanya 80% daya semu yang menjadi daya aktif yang dapat dipakai. Terdapat daya reaktif sebesar 60 kVAR.

Faktor daya dalam konversi kVA ke kW

Faktor daya secara langsung menentukan berapa banyak daya semu (kVA) yang menjadi daya aktif (kW).

Apa itu faktor daya?

Faktor daya (PF) adalah perbandingan daya aktif (kW) terhadap daya semu (kVA). Nilainya 0 sampai 1. Rumusnya: PF = kW ÷ kVA = cos(θ), dengan θ adalah sudut fasa antara tegangan dan arus pada rangkaian arus bolak-balik.

Pengaruh faktor daya terhadap kW

Faktor daya langsung memengaruhi keluaran kW. Pada faktor daya 0.80, sumber 100 kVA menghasilkan 80 kW. Pada 0.90, sumber 100 kVA yang sama menghasilkan 90 kW — naik 12,5% daya aktif yang dapat dipakai. Semakin tinggi faktor daya, semakin banyak daya nyata dari daya semu yang sama.

Nilai faktor daya yang umum

Jenis peralatanFaktor daya umumJenis beban
Pemanas listrik, lampu pijar0.95 – 1.00Beban resistif
Lampu LED, elektronik modern0.90 – 0.99Sudah dikompensasi
Motor industri (berbeban)0.80 – 0.90Beban induktif
Motor industri (beban ringan)0.50 – 0.75Beban induktif
Mesin las0.50 – 0.70Beban induktif
Gedung komersial tanpa kompensasi0.70 – 0.85Beban campuran

Perbaikan faktor daya

Perbaikan faktor daya meningkatkan faktor daya dengan menambahkan bank kapasitor atau kondensor sinkron untuk mengimbangi daya reaktif dari beban induktif. Langkah ini mengurangi rugi reaktif, meningkatkan efisiensi sistem, dan menurunkan biaya listrik. Perusahaan listrik mengenakan denda untuk faktor daya di bawah 0,85 atau 0,90 pada instalasi komersial dan industri.

Pengaruh faktor daya terhadap pemilihan kapasitas peralatan

Faktor daya rendah menaikkan total kebutuhan daya (kVA) yang harus ditanggung peralatan listrik. Beban 100 kW pada 0.70 PF memerlukan kapasitas genset 143 kVA. Beban 100 kW yang sama pada 0.95 PF hanya memerlukan 105 kVA. Faktor daya yang lebih rendah berarti genset lebih besar, trafo lebih berat, dan kabel lebih tebal — sehingga kapasitas dan biaya peralatan naik.

Kalkulator pengaruh faktor daya

Ubah faktor daya untuk melihat perubahan kW dari sumber kVA yang tetap.

kVA
0.80
Keluaran daya aktif:80.00 kW
0 kW100 kW

kW = 100 kVA × 0.80 PF = 80.00 kW

Memahami segitiga daya

Segitiga daya adalah segitiga siku-siku yang menunjukkan hubungan kVA, kW, dan kVAR dalam sistem tenaga arus bolak-balik.

Hubungan kVA, kW, dan kVAR

kVA (daya semu) adalah sisi miring. kW (daya aktif) adalah alas. kVAR (kilovolt-ampere reaktif) adalah sisi tegak. Hubungan matematisnya:

kVA² = kW² + kVAR²

Sudut θ antara kVA dan kW menyatakan sudut fasa, dan cos(θ) sama dengan faktor daya.

Daya semu, aktif, dan reaktif

Ada 3 jenis daya pada rangkaian arus bolak-balik:

Daya semu (kVA)

Total daya dalam sistem listrik, diukur dalam kilovolt-ampere. Daya semu adalah jumlah vektor daya aktif dan daya reaktif.

Daya aktif (kW)

Daya nyata yang dapat dipakai untuk melakukan kerja, diukur dalam kilowatt. Daya aktif menggerakkan motor, pemanas, dan penerangan.

Daya reaktif (kVAR)

Daya yang mempertahankan medan magnet dan medan listrik tanpa melakukan kerja, diukur dalam kilovolt-ampere reaktif. Ditimbulkan oleh beban induktif dan kapasitif.

Peran faktor daya dalam segitiga daya

Faktor daya adalah cos(θ) — kosinus sudut antara sisi miring kVA dan alas kW. Saat faktor daya naik mendekati 1.0, sudut θ mengecil mendekati 0°, kVAR berkurang, dan kW mendekati kVA. Saat faktor daya turun, θ membesar, kVAR bertambah, dan makin banyak daya semu yang menjadi daya reaktif.

Segitiga daya

kW (daya aktif)kVARkVA (semu)θkVA² = kW² + kVAR² | PF = cos(θ) = kW ÷ kVA

kVA ke kW untuk sistem satu fasa dan tiga fasa

Rumus konversi kVA ke kW (kW = kVA × PF) berlaku untuk sistem tenaga satu fasa maupun tiga fasa.

kVA ke kW satu fasa

Konversi kVA ke kW satu fasa: kW = kVA × PF.

Menghitung kVA satu fasa dari tegangan dan arus: kVA = (Volt × Ampere) ÷ 1.000.

Trafo satu fasa 50 kVA pada 0.85 PF:
kW = 50 kVA × 0.85 PF
kW = 42,5 kW daya aktif
Gelombang AC satu fasakVA = (V × I) ÷ 1,000

Apakah rumusnya berbeda untuk listrik tiga fasa?

Tidak, rumus kVA ke kW sama untuk sistem satu fasa dan tiga fasa. kW = kVA × PF berlaku di kedua kasus. Perbedaannya hanya pada cara menghitung kVA dari tegangan dan arus. Satu fasa memakai kVA = V × I ÷ 1.000, tiga fasa memakai kVA = √3 × V × I ÷ 1.000. Setelah nilai kVA diketahui, kalikan dengan faktor daya untuk mendapatkan kW, apa pun konfigurasi fasanya.

Tabel konversi kVA ke kW

Konversi kVA ke kW yang umum pada berbagai faktor daya. Pilih faktor daya untuk melihat tabelnya.

Tabel di bawah menampilkan daya aktif (kW) dan daya reaktif (kVAR) untuk nilai kVA standar pada faktor daya yang umum. Gunakan tabel ini untuk penilaian awal beban dan sebagai acuan cepat saat memilih kapasitas genset, trafo, dan UPS.

kVA ke kW pada faktor daya 0,8

Pada faktor daya 0.80, setiap kVA menghasilkan 0.80 kW daya aktif. Ini adalah asumsi standar dalam perhitungan beban listrik komersial dan industri.

kVA ke kW pada faktor daya 0,9

Pada faktor daya 0.90, setiap kVA menghasilkan 0.90 kW — 12,5% lebih banyak daya aktif dibanding pada 0.80 PF.

kVA ke kW pada faktor daya 1,0

Pada faktor daya 1 (1.0), kVA sama dengan kW dan tidak ada daya reaktif. Ini berlaku untuk beban resistif murni.

Tabel konversi kVA ke kW pada faktor daya 0.80
kVA (daya semu)Faktor dayakW (daya aktif)kVAR (daya reaktif)
5 kVA0.804 kW3 kVAR
10 kVA0.808 kW6 kVAR
15 kVA0.8012 kW9 kVAR
20 kVA0.8016 kW12 kVAR
25 kVA0.8020 kW15 kVAR
30 kVA0.8024 kW18 kVAR
40 kVA0.8032 kW24 kVAR
50 kVA0.8040 kW30 kVAR
62.5 kVA0.8050 kW37.5 kVAR
75 kVA0.8060 kW45 kVAR
100 kVA0.8080 kW60 kVAR
125 kVA0.80100 kW75 kVAR
150 kVA0.80120 kW90 kVAR
200 kVA0.80160 kW120 kVAR
250 kVA0.80200 kW150 kVAR
300 kVA0.80240 kW180 kVAR
400 kVA0.80320 kW240 kVAR
500 kVA0.80400 kW300 kVAR
625 kVA0.80500 kW375 kVAR
750 kVA0.80600 kW450 kVAR
1,000 kVA0.80800 kW600 kVAR
1,250 kVA0.801,000 kW750 kVAR
1,500 kVA0.801,200 kW900 kVAR
2,000 kVA0.801,600 kW1,200 kVAR
2,500 kVA0.802,000 kW1,500 kVAR

Konversi kW ke kVA

Untuk mengonversi kW ke kVA, bagi nilai kW dengan faktor daya.

Rumus kW ke kVA

Rumus konversi kW ke kVA adalah:

kVA = kW ÷ Faktor daya

Ini adalah kebalikan rumus kVA ke kW. Gunakan saat memilih kapasitas genset, trafo, atau kabel berdasarkan kebutuhan daya aktif yang diketahui dan faktor daya beban.

Contoh perhitungan kW ke kVA

Konversi 80 kW ke kVA pada faktor daya 0.80:

kVA = kW ÷ PF
kVA = 80 ÷ 0.80
kVA = 100 kVA

Daya aktif 80 kW pada faktor daya 0.80 memerlukan kapasitas daya semu 100 kVA. Ini adalah kapasitas kVA minimum yang dibutuhkan genset atau trafo.

Kalkulator kW ke kVA

kW
PF
Daya semu:100.00 kVA
kVA = 80 kW ÷ 0.80 PF = 100.00 kVA

Penjelasan kVA, kW, kVAR, dan kWh

4 satuan menggambarkan aspek yang berbeda dari daya listrik pada sistem arus bolak-balik dan arus searah.

Hubungan kVA, kW, dan kVAR

kVA, kW, dan kVAR membentuk segitiga daya. kVA adalah total (daya semu), kW adalah bagian yang berguna (daya aktif), dan kVAR adalah bagian yang tidak melakukan kerja (daya reaktif). Rumusnya: kVA² = kW² + kVAR².

kW vs kWh

kW mengukur daya — laju pemakaian energi pada suatu saat. kWh (kilowatt-jam) mengukur energi — total daya yang dipakai dalam rentang waktu. Rumusnya: kWh = kW × jam. Beban 10 kW yang menyala selama 5 jam memakai energi 50 kWh. Biaya listrik dihitung berdasarkan pemakaian kWh, bukan kW.

Bisakah kVA dikonversi ke kWh?

Bisa, konversi kVA ke kWh dalam 2 langkah:

Langkah 1: Konversi kVA ke kW → kW = kVA × PF
Langkah 2: Kalikan kW dengan jam → kWh = kW × jam
Contoh: 100 kVA × 0.80 PF × 10 jam = 800 kWh

Hubungan antarsatuan daya

kVASemukWAktifkVARReaktifkWhEnergi× PFsin(θ)kVA² = kW² + kVAR²× jam

kVA dan kW untuk genset, trafo, dan UPS

Kapasitas genset: kVA vs kW

Pelat nama genset mencantumkan kapasitas kVA dan kW. Kapasitas kVA menunjukkan total kemampuan keluaran genset, sedangkan kW menunjukkan daya aktif maksimum yang dapat dihasilkan. Konversi kVA genset ke kW: kalikan kapasitas kVA dengan faktor daya pengenalnya. Genset diesel 500 kVA pada 0.80 PF menghasilkan daya aktif 400 kW.

Mengapa genset dinyatakan dalam kVA

Genset dinyatakan dalam kVA karena alternator harus menanggung arus total, yang mencakup komponen aktif dan reaktif. Kemampuan fisik genset (suhu belitan, batas isolasi) bergantung pada arus total (ampere), bukan hanya daya aktif. Pembebanan genset berubah mengikuti faktor daya beban yang terhubung, yang tidak dapat diperkirakan produsen.

Genset diesel

Kapasitas:500 kVA
Faktor daya:0.80
Daya aktif:400 kW

Genset komersial/industri standar. Faktor daya genset umumnya 0.80.

Trafo

Kapasitas:1000 kVA
PF beban:0.85
Daya aktif:850 kW

Kapasitas kVA trafo bergantung pada total daya semu. Pemanfaatan trafo berubah sesuai faktor daya beban yang terhubung.

Sistem UPS

Kapasitas:10 kVA
Faktor daya:0.90
Daya aktif:9 kW

Kemampuan keluaran UPS modern pada 0.90 PF. Kapasitas kVA dan kW UPS tercantum di lembar spesifikasi produsen.

Memilih kapasitas genset yang tepat

Untuk memilih kapasitas genset yang tepat, ikuti 5 langkah berikut:

  1. Hitung total kebutuhan daya aktif (kW) dari semua beban yang terhubung
  2. Tentukan faktor daya beban terendah yang diperkirakan dari data produsen atau studi beban listrik
  3. Hitung kVA yang dibutuhkan: kVA = total kW ÷ faktor daya
  4. Tambahkan margin desain 20–25% untuk arus start motor dan respons transien genset
  5. Pilih genset dengan kapasitas kVA di atas nilai hasil perhitungan

Kapasitas kVA trafo

Trafo dinyatakan dalam kVA karena pemanfaatannya bergantung pada total daya semu, bukan daya aktif. Panas pada trafo sebanding dengan arus, dan arus bergantung pada kVA. Daya aktif yang dihasilkan trafo: kW = kVA trafo × faktor daya beban.

Kapasitas kVA dan kW UPS

Sistem UPS (catu daya tak terputus) mencantumkan kapasitas kVA dan kW. Kemampuan keluaran UPS dalam kW bergantung pada faktor daya UPS. Sebagian besar UPS modern bekerja pada faktor daya 0.90 atau lebih. UPS 10 kVA pada 0.90 PF menghasilkan daya aktif 9 kW.

Memilih kapasitas peralatan dengan kVA dan kW

Pemilihan kapasitas peralatan listrik memerlukan nilai kVA dan kW. Gunakan kW untuk menghitung pemakaian daya dan biaya listrik yang sebenarnya. Gunakan kVA untuk memilih kapasitas genset, trafo, kabel, dan perangkat proteksi. Selalu gunakan data hasil pengukuran proyek atau spesifikasi produsen untuk faktor daya beban, bukan asumsi.

Konversi daya listrik lainnya

kVA ke ampere

Konversi kVA ke ampere menggunakan tegangan:

Satu fasa: Ampere = (kVA × 1,000) ÷ Volt
Tiga fasa: Ampere = (kVA × 1,000) ÷ (√3 × Volt)

Contoh: 100 kVA satu fasa pada 240 volt = (100 × 1.000) ÷ 240 = 417 ampere.

Ampere ke kVA

Konversi ampere ke kVA menggunakan tegangan:

Satu fasa: kVA = (Volt × Ampere) ÷ 1,000
Tiga fasa: kVA = (√3 × Volt × Ampere) ÷ 1,000

Contoh: 200 ampere pada 480 volt tiga fasa = (1,732 × 480 × 200) ÷ 1.000 = 166,3 kVA.

Kalkulator kVA ke ampere

kVA
V
Arus:416.7 Ampere
Ampere = (100 × 1,000) ÷ 240 = 416.7 Ampere

Kesalahan perhitungan kVA ke kW yang umum

Ada 5 kesalahan umum saat mengonversi kVA ke kW. Klik setiap kartu untuk melihat cara yang benar.

Pertanyaan umum tentang kVA ke kW

Jawaban singkat untuk pertanyaan yang paling sering diajukan tentang konversi kVA ke kW, faktor daya, dan pemilihan kapasitas peralatan.

Rumus untuk mengonversi kVA ke kW adalah: kW = kVA × faktor daya (PF). Kalikan daya semu dalam kilovolt-ampere dengan faktor daya untuk mendapatkan daya aktif dalam kilowatt. Faktor daya adalah nilai antara 0 dan 1 yang menyatakan perbandingan daya aktif terhadap daya semu.

1 kVA sama dengan 0.80 kW pada faktor daya 0.80 (asumsi komersial standar). Pada faktor daya 1 (1.0), 1 kVA tepat sama dengan 1 kW. Nilai kW bergantung pada faktor daya: 1 kVA × 0.70 PF = 0.70 kW; 1 kVA × 0.90 PF = 0.90 kW; 1 kVA × 1.00 PF = 1.00 kW.

Tidak, kVA tidak sama dengan kW kecuali faktor daya bernilai 1.0. kVA mengukur daya semu (total daya dalam rangkaian), sedangkan kW mengukur daya aktif (daya yang dapat dipakai untuk melakukan kerja). Pada sebagian besar sistem arus bolak-balik, faktor daya kurang dari 1.0, sehingga kVA selalu lebih besar dari kW. Untuk beban resistif dengan faktor daya 1, kVA sama dengan kW.

Gunakan 0.80 sebagai perkiraan standar untuk beban komersial dan industri. Beban rumah tangga umumnya 0.85 sampai 0.95. Beban resistif murni (pemanas listrik, lampu pijar) memakai 1.0. Lingkungan industri dengan banyak motor memakai 0.70 sampai 0.85. Lihat pelat nama peralatan, spesifikasi produsen, atau studi beban listrik untuk nilai faktor daya yang tepat.

Bagi kW dengan faktor daya: kVA = kW ÷ PF. Contoh: 80 kW ÷ 0.80 PF = 100 kVA. Konversi balik ini dipakai untuk memilih kapasitas genset dan trafo berdasarkan kebutuhan daya aktif yang diketahui.

Ya, kW = kVA × PF berlaku untuk sistem tenaga satu fasa maupun tiga fasa. Perbedaannya ada pada cara menghitung kVA dari tegangan dan arus: satu fasa memakai kVA = (V × I) ÷ 1.000, tiga fasa memakai kVA = (√3 × V × I) ÷ 1.000. Setelah nilai kVA diketahui, kalikan dengan faktor daya untuk mendapatkan kW di kedua kasus.

Genset dinyatakan dalam kVA karena alternator harus menanggung arus total, yang mencakup komponen aktif dan reaktif. Suhu belitan dan batas isolasi genset bergantung pada arus total (ampere), bukan daya aktif (kW). Keluaran kW yang sebenarnya bergantung pada faktor daya beban, yang berubah sesuai beban listrik yang terhubung.

kVAR (kilovolt-ampere reaktif) mengukur daya reaktif — daya yang bolak-balik antara sumber dan beban tanpa melakukan kerja berguna. kVA, kW, dan kVAR membentuk segitiga daya: kVA² = kW² + kVAR². kVA adalah sisi miring, kW adalah alas, dan kVAR adalah sisi tegak. Daya reaktif ditimbulkan oleh beban induktif (motor, trafo) dan beban kapasitif.

Bisa, dalam 2 langkah. Pertama, konversi kVA ke kW: kW = kVA × PF. Kemudian kalikan kW dengan jumlah jam: kWh = kW × jam. Contoh: 100 kVA pada 0.80 PF yang menyala selama 10 jam = 80 kW × 10 jam = pemakaian energi 800 kWh.

Tidak, memperbaiki faktor daya tidak menaikkan kW yang dipakai beban. Perbaikan faktor daya mengurangi daya reaktif (kVAR), sehingga total kebutuhan daya semu (kVA) turun. Daya aktif (kW) yang dipakai beban tetap sama, tetapi sistem listrik bekerja lebih efisien dengan kebutuhan kapasitas yang lebih kecil dan rugi reaktif yang lebih rendah.